Meraih karakter baik atau karakter mulia?
(1) Ilmu. Mempelajari ilmu tentang etika dan karakter. Anda membaca tulisan ini adalah contoh memperkuat karakter melalui ilmu. Dan, masih banyak ilmu lainnya.
(2) Amal. Moral. Praktek mengerjakan kebaikan moral, sudah pasti, menguatkan karakter Anda. Menolong fakir miskin, membantu teman, berbagi ilmu adalah beberapa contoh di antaranya.
Dua poin di atas, ilmu dan amal, berhasil menguatkan karakter siapa saja. Secara umum, dua poin di atas sudah mencukupi. Untuk perjalanan yang lebih tinggi, silakan berikut ini.
(3) Pesona ruhani. Sebagian orang mengalami pesona ruhani, atau pesona spiritual, atau pesona intelektual. Di antara yang mengalami, sebagian benar-benar terpesona. Sebagian yang lain, biasa-biasa saja atau bahkan cuek.
Pesona intelektual adalah pintu untuk menuju kamil. Orang yang bertekad menjadi kamil perlu melewatinya. Bagi yang tidak berminat, tidak menjadi masalah. Tersedia bagi mereka kebahagiaan dalam mode material dan mode imajinal. Sementara, kamil justru membatasi diri dalam mode material dan imajinal. Kamil akses material dan imajinal hanya sekedarnya saja dan digunakan untuk membantu sesama atau semesta. Kamil lebih banyak aktivitas dalam pesona intelektual. Tentu, sambil merangkul material dan imajinal.
(4) Karunia Ilahi. Karakter tertinggi adalah karunia Ilahi.
